Contoh Surat Resign yang Bisa Dijadikan Referensi

Contoh Surat Resign yang Bisa Dijadikan Referensi

Bekerja pada sebuah instansi ataupun perusahaan menuntutmu untuk bekerja bersama dengan profesional. Harapannya supaya kamu mampu bekerja untuk sementara yang lama di perusahaan.

Tak jarang tersedia orang yang menjadi jemu atau berjalan suatu problem di area kerja membuatnya menghendaki resign. Di sementara seperti itulah dapat membutuhkan misal surat pengunduran diri yang baik dan benar.

Kamu harus menyampaikan pengunduran dirimu bersama dengan benar gara-gara hal ini mampu menjadi hal yang sensitif.

Lalu, bagaimana misal surat mengundurkan diri yang baik dan benar supaya kamu tetap merawat kesan baik di tempatmu bekerja? Berikut ini misal surat resign yang mampu kamu memilih cocok bersama dengan kebutuhanmu.

Pengertian Surat Pengunduran Diri ( Resign )
Surat pengunduran diri merupakan sebuah surat yang menjadi syarat administratif, untuk memberitahukan kepada atasan maupun HRD (Human Resource Development) bahwa kamu menghendaki berhenti berasal dari pekerjaan atau mengundurkan diri berasal dari jabatan yang sedang dijabat.

Surat pengunduran diri ini menjadi wujud resmi disaat kamu menghendaki berhenti berasal dari pekerjaan. Setiap perusahaan pasti memiliki ketentuan tersendiri terkait surat resign ini.

Surat pengunduran ini menjadi wujud resmi gara-gara dibuat secara tertulis. Bila kamu mengundurkan diri hanya bersama dengan lisan, kamu mampu dianggap tidak profesional dan terkesan tidak sopan.

Maka berasal dari itu, kalau kamu menghendaki resign berasal dari tempatmu bekerja, perlu halnya untuk memberitahukan mengenai ini ke anggota HRD (Human Resource Development) bersama dengan surat resmi pengunduran yang ditulis secara baik dan sopan.

Baca juga: Proses Rekrutmen Karyawan Lebih Mudah bersama dengan Aplikasi HR

Penyebab Karyawan Resign Kerja
Penyebab berasal dari karyawan mengundurkan diri berasal dari area ia bekerja sesungguhnya beragam. Berikut ini beberapa penyebab karyawan resign berasal dari tempatnya bekerja.

1. Beban Kerja Terlalu Banyak
Karyawan yang berkualitas dan profesional sesungguhnya mampu menyelesaikan job desk nya bersama dengan baik dan juga hasil yang baik pula. Dari sinilah banyak atasan yang mengimbuhkan pekerjaan di luar job desk secara berlebihan dan tanpa jelas karyawan tersebut mampu atau tidak menyelesaikannya.

Besar harapan bagi atasan kalau tugas tersebut mampu diselesaikan bersama dengan hasil yang baik dan juga kualitas yang ia inginkan.

Sebagai contoh, awalannya seorang karyawan memiliki job desk marketing communication dan mampu menyelesaikan targetnya cocok yang dikehendaki perusahaan. Namun, setelah ia menyelesaikannya, atasan mengimbuhkan job desk tambahan berupa riset produk supaya mampu terjual banyak. Padahal job desk tersebut tidak masuk ke dalam ranah pekerjaan utamanya. Sehingga karyawan tersebut menjadi terbebani dalam menjalankan pekerjaannya.

2. Tidak Mendapatkan Reward
Seorang atasan udah selayaknya mengenal dan jelas kontribusi para karyawannya. Setiap kontribusi yang udah diberikan karyawan ke perusahaan, selayaknya diberikan pujian dan ungkapan. Reward ini mampu disimpulkan bersama dengan banyak hal, seperti bonus, kenaikan gaji, jalan-jalan, area kerja yang lebih nyaman, dan lain sebagainya.

Reward ini terhitung mampu diberikan oleh seorang atasan bersama dengan mengumumkan siapa karyawan terbaiknya dalam satu tahun periode tersebut seperti best employee of the year. Tentu hal ini mampu memacu pertalian atasan dan karyawan dan juga produktivitas karyawan.

3. Tidak Adanya Kepedulian Atasan bersama dengan Karyawan
Seorang atasan udah selayaknya acuhkan bersama dengan setiap karyawannya. Peduli ini mampu begitu banyak ragam caranya, seperti menanyakan kabar, menyapa, mengimbuhkan win-win solution disaat berjalan suatu masalah dalam pekerjaan, hingga memegang prinsip yang udah dijanjikan bersama dengan karyawan.

Komitmen adalah suatu wujud berasal dari tanggung jawab dan kepercayaan. Komitmen ini mampu menambah produktivitas dan kepercayaan karyawan contoh surat lamaran kerja .

Bila seorang atasan udah menjanjikan prinsip dan ternyata ia melanggar bersama dengan tidak memperdulikan prinsip tersebut, karyawan dapat melaksanakan hal yang mirip seperti yang atasannya lakukan. Hal ini gara-gara karyawan menjadi diremehkan oleh atasan.

4. Memiliki Partner Kerja yang Salah
Setiap karyawan berkualitas dapat menghormati pembawaan profesionalisme dan kerja keras, supaya disaat disandingkan bersama dengan partner kerja yang tidak mampu menghormati pembawaan profesionalisme, mereka dapat susah untuk produktif.

Tidak jarang karyawan yang disandingkan bersama dengan partner kerja yang tidak pas menyebabkan mereka dapat lebih suka dan suka menyelesaikan pekerjaannya sendirian, meskipun pekerjaan yang dapat dia menyelesaikan jumlahnya banyak.

Solusi berasal dari penyebab ini adalah mengkaji terlebih dahulu setiap visi misi dalam mengerjakan pekerjaan yang dapat diselesaikan bersama, supaya besar harapannya pekerjaan yang diselesaikan bersama dengan tersebut memperoleh hasil yang maksimal.

5. Atasan Tidak Memberikan Karyawan Ruang Passion
Pada kebanyakan seorang karyawan yang berkualitas menghendaki mengejar passion, supaya produktivitasnya dalam bekerja dapat terus mengalami peningkatan.

Passion di sini adalah suatu tantangan tersendiri yang harus dikejar dan karyawan menyukai hal itu. Berbeda halnya disaat karyawan tidak diberi area passion oleh atasan mereka, maka mereka tidak dapat motivasi dalam menjalankan pekerjaan yang diembankan kepadanya.

6. Kreativitas Karyawan Tidak Dimanfaatkan
Adanya peningkatan kualitas karyawan seperti meningkatnya kreativitas dalam segala hal yang dapat menopang menyebabkan perusahaan berkembang bersama dengan baik. Berbeda halnya disaat kreativitas karyawan tidak dimanfaatkan bersama dengan baik, supaya mereka dapat menjadi lebih cepat jemu bersama dengan potensi yang ia miliki.

7. Tidak Ada Tantangan
Tantangan di sini mampu banyak makna seperti menyandingkan bersama dengan partner kerja yang lebih bagus kualitasnya atau pencapaian omzet yang tinggi.

Dengan adanya tantangan ini, karyawan dapat menjadi lebih tertantang dalam melaksanakan pekerjaannya supaya skill yang ia memiliki terhitung lebih maju dan mampu memperoleh posisi jabatan yang baik di area ia bekerja.

Baca Juga: Struktur Organisasi Perusahaan dan Tugasnya

Membuat surat pengunduran ini menyebabkan seorang karyawan terlihat profesional.

Alasan Pentingnya Membuat Surat Pengunduran Diri (Resign)
Membuat surat pengunduran diri ternyata tersedia pentingnya juga. Berikut ini alasan pentingnya menyebabkan surat pengunduran diri bersama dengan baik dan sopan.

1. Memiliki Profesionalisme Tinggi
Surat pengunduran diri yang dibuat bersama dengan baik dan sopan dapat menunjukan bahwa kamu memiliki profesionalisme tinggi, supaya kamu tetap memiliki image yang positif di area kerjamu tersebut. Etika yang baik disaat seseorang mengundurkan diri berasal dari area bekerja sesungguhnya menyebabkan surat pengunduran diri, bukan malah tidak memberitahu ke atasan atau pihak HRD.

2. Membantu Perusahaan untuk Mencari Karyawan Pengganti
Ketika kamu menyebabkan surat pengunduran diri dan kamu serahkan ke atasan atau HRD, secara langsung surat ini dapat memberitahukan ke mereka untuk langsung melacak penggantimu.

Bila kamu resign begitu saja, pasti sangat menyebabkan perusahaan kalang kabut untuk melacak penggantimu dan mem-back up pekerjaanmu. Terlebih lagi kalau anggota pekerjaanmu tidak mampu tersedia kekosongan karyawan.

Maka berasal dari itu, surat pengunduran diri ini kamu buat supaya hubunganmu bersama dengan perusahaan tetap baik meskipun kamu menghendaki terlihat berasal dari area kerjamu. Kamu harus merawat pertalian baik bersama dengan tempatmu bekerja gara-gara siapa jelas di masa depan kamu membutuhkan pemberian berasal dari berasal dari perusahaan lama ataupun sebaliknya.

3. Memberikan Informasi yang Jelas Mengenai Status Karyawan
Dengan kamu menyebabkan surat resign kerja, perusahaan dapat mengimbuhkan kejelasan untuk dalam struktur karyawannya dan status pekerja dalam anggota tertentu di perusahaan tersebut. Bisa dikatakan apabila surat resign tersebut memperlihatkan bahwa kamu udah tidak memiliki sangkut paut lagi bersama dengan hal-hal yang tersedia di perusahaan sejak surat tersebut kamu buat dan serahkan.

Hal yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Resign Kerja
Ketika kamu udah lama bekerja di suatu perusahaan, pasti menyebabkan surat pengunduran diri tidaklah mudah.

Memang tidak tersedia yang salah bersama dengan ketentuan untuk mengundurkan diri berasal dari area bekerja. Akan tetapi, mengundurkan diri berasal dari area bekerja mampu menjadi suatu masalah disaat kamu tidak mampu membangun kesan baik di mata atasan dan partner kerjamu setelah memastikan untuk resign.

Baca juga: Sejauh Mana Kita Perlu Mengenal Karyawan Kita?

Supaya hal-hal jelek tidak terjadi, coba perhatikan cara resign yang baik di bawah ini.

1. Menulis Surat Pengunduran Diri
Apabila kamu menghendaki meninggalkan kesan baik pada perusahaan lama, maka sebelum akan memastikan untuk mengundurkan diri, sebaiknya kamu menyebabkan surat pengunduran diri yang baik dan sopan.

2. Mencari Waktu yang Tepat untuk Berbicara bersama dengan Atasan
Untuk mampu bicara bersama dengan atasan secara langsung terkait pengunduran diri berasal dari area bekerja sesungguhnya bukan perkara yang ringan untuk kamu lakukan. Solusinya yakni melacak sementara yang pas untuk bicara langsung bersama dengan atasan.

Carilah sementara untuk bicara terkait resign ini disaat atasanmu tidak sibuk, memiliki emosi atau mood yang bagus, atau tidak memiliki janji meeting bersama dengan seseorang.

Upaya lain yang mampu kamu melaksanakan disaat ternyata atasanmu sibuk yakni menyebabkan janji bersama dengan atasan via e-mail atau telepon. Ketika waktunya udah tiba, kamu mampu mengungkapkan alasan resign kepada atasanmu.

Respons yang mungkin berjalan disaat kamu mengungkapkan menghendaki mengundurkan diri berasal dari perusahaan adalah sebagai berikut:

Respon baik, atasanmu menerima alasan atas resign yang kamu ajukan.
Respon buruk, atasanmu menolak, marah, atau menjadi dikhianati atas ketentuan resign yang kamu utarakan. Respons berasal dari atasanmu buruk, usahakan untuk tetap profesional.
Respon membujuk, atasanmu dapat menawarkan kenaikan gaji yang lebih besar daripada gaji di perusahaan baru. Jika respons atasanmu seperti ini, kamu mampu mempertimbangkan untuk tetap bekerja di perusahaan lama atau resign.
3. One month notice Sebelum Meninggalkan Kantor
Permohonan pengunduran diri udah diatur oleh pemerintah lewat ketentuan Undang-Undang. Seperti tertuang dalam UU Pasal 26 ayat 2 Kepmen Tenaga Kerja terkait syarat mengundurkan diri berasal dari area kerja yang bunyinya:

“Pekerja atau buruh mengajukan keinginan pengunduran diri secara tercantum bersama dengan disertai alasannya selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sebelum akan tanggal menjadi pengunduran diri:

Pekerja atau buruh tetap melaksanakan kewajibannya hingga tanggal menjadi pengunduran diri
Pekerja atau buruh tidak terikat dalam ikatan dinas
Mengacu pada ketentuan pemerintah, sebaiknya mengikuti ketentuan one month notice sebelum akan resign berasal dari perusahaan lama.
Pemberitahuan one month notice ini dibutuhkan perusahaan untuk melacak dan memperoleh karyawan baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published.